Lima Pertanyaan atas Spirit Beragama di Era Milenial

 1. apakah agama ini diposisikan sebagai ritual yang terpisah dari kehidupan sehari-hari, atau sebagai pelarian-pelarian atas ketakberdayaan yang diliputi keputusasaan, ataukah agama telah memerankan sebagai spirit kehidupan yang aktual sehari?

= Menurut saya  Agama tidak diposisikan sebagai ritual yang terpisah dari kehidupan sehari hari karena agama merupakan pedoman hidup manusia agar sesuai dengan norma norma, mendidik individu agar menjadi pribadi yang baik, sehingga seharusny agama diposisikan sebagai tuntunan atau sebagai landasan kehidupan dalam sehari hari. Agama juga bukan sebagai pelarian ketidakberdayaan melainkan sebagai tempat untuk menenangkan hati, menjernihkan pikiran dan berdoa untuk diberikan jalan dalam menyelesaikan masalah. Agama bisa juga memerankan sebagai spirit dan kehidupan karena dalam agama banyak sekali ajaran yang dapat meningkatkan keyakinan dan percaya diri sehingga kita dapat lebih semangat dan optimis

2. apakah cara beragama mereka sampai akar paling dasar, sampai pada ruh agama, atau sekadar identitas untuk meneguhkan ‘rasa percaya diri’ bahwa mereka telah beragama? Lalu berakhir dengan kebanggaan beragama dengan cara menyalahkan pihak-pihak yang tidak sesuai dengan cara beragamanya?

= Menurut saya Jika agama hanya di jadikan identitas dan agama hanya dibaca saja tidak di pelajari maupun diamalkan maka agama akan menjadi peneguh rasa percaya diri dan identitas sementara dan tidak akan menjadikan pribadi tersebut menjadi lebih baik karena iya tidak memahami agama dan mengamalkannya jika kita mempelajari dan mengamalkannya maka agama akan sampai pada akar paling dasar dan ruh dalam diri kita sehingga kita menjadi orang yang baik, jujur, dan sabar dalam menghadapi semua masalah karena diagama diajarkan semua masalah pasti ada jalan keluarnya dan Ketika ada masalah kita tidak sendiri melainkan ada ALLAH SWT Bersama kita. Jika kita sudah memperdalam agama maka tidak akan berakhir menyalahkan pihak pihak jika tidak sesuai dengan cara beragama melainkan orang yang sudah memperdalam agama Ketika ia melihak ada pihak yang tidak sesuai. Ia akan menasehatinya baik baik dan mengajaknya untuk sesuai dengan agama tanpa harus menyakiti dan menyalahkan pihak tersebut.

3. bagaimana situasi psikologis yang sering menyeret imajinasi generasi milenial yang menginginkan segalanya serba instan, bahkan dalam cara dia memeluk agama, menginginkan jawaban agar agama yang bisa memuaskan selera mereka? Bahkan memaksa Tuhan menuruti selera mereka?

= Menurut saya Imajinasi generasi milenial tersebut salah dan harus disegera diluruskan agar tidak terjerumus kedalam hal yang tercela dan menasehatinya bahwa agama bukan hanya sekedar keyakian maupun sesuatu untuk dia peluk. Tetapi agama adalah sebagai pedoman hidup yang tidak dapat diganti ganti antara yang satu dengan yang lain. Serta mengajarkan point poin dalam beragama sejak kecil sehingga ia mengerti dan tidak akan berimajinasi yang aneh

4. bagaimana dngan mereka yang sudah mulai menemukan jatidiri spiritualnya, apakah telah memuaskan mereka atau sebaliknya membuat mereka bingung, dan malah terasing dengan modernitas? Sejauh mana dunia sufi menjawab itu semua, dan bagaimana peran lembaga-lembaga tasawuf dan thariqah selama ini?

= Menurut saya Mungkin Sebagian orang yang telah menemukan jatidirinya mereka menjadi pribadi yang lebih baik tetapi ada juga yang malah membawa mereka menjadi pribadi yang tidak baik bahkan membuat mereka bingung. Semua itu tergantung dari cara mereka dalam menemukan jati diri masing masing.

5. pertanyaan paling mendasar, apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW – andai beliau diturunkan saat ini -- ketika menghadapi masyarakat milenial yang penuh dengan pergumulan saintek, kebudayaan yang paradoks?

= Jika seandainya Rasullullah diturunkan pada masa sekarang mungkin kita belum merasakan dan belum memiliki semua teknologi, kemewahan dan kebudayaan yang modern atau millenial karena Rasullullah lah yang mengajarkan kita Adab dan perilaku sehingga membawa kita dari zaman kebodohan hingga ke zaman penuh dengan kepintaran dan terang benderang seperti sekarang ini dengan izin dan wahyu dari ALLAH SWT.

Komentar